Hubungan Seksual Yang Sehat

Sebagian pasangan nampaknya mempersalahkan soal kurangnya gairah seks mereka. Apakah memang itu memang sifat mereka menginginkannya, kurangnya kesempatan atau akibat yang diderita karena peristiwa yang pernah dialami oleh pengaruh masa kecil, pengaruhnya akan sama saja, Untuk pasangan lain gairah seks bisa saja sesuatu yang kuat. Bagaimana pun juga sebagian besar orang menganggap bahwa seperti juga keinginan lainnya, dorongan seks bisa bertambah atauu berkurang trgantung pada keadaan yang ada. Pada masa awal-awal percintaan, rasa bahagia karena terjalinnya hubungan yang baru itu bisa membuat seks (atau prospek kearah situ) begitu menggairahkan namun tetap harus melakukan hubungan seksual yang sehat.

Pada masa tertentu bagaimanapun juga semangat awal yang menggebu-gebu mulai menurun, sifat alami dan frekuensi dapat berubah. Namun kisah-kisah erotis atauu petualangan seks yang digambarkan dalam film dan novel membuat Anda percaya bahwa orang lain mengalami hal yang sama ditempat tidur dan merasa tidak normal apabila tidak memiliki perasaan demikian atau tidak seperti mereka . Tidak ada hitunygan yang normal atau tepat berapa kali melakukan hubungan seks. Bila iktu dilakukan sekali dalam sehari, sehari dalam seminggu  atau bahkan sekali dala setahun dan apabila zanda berdua memang bahagia dengan keadaan itu maka tak ada masalah terhadap frekuensi hubungan seksual yang sehat yang anda berdua atau anda inginkan atau Anda dambakan. Bagaimanapun juga bila ada kesejangan dalam keinginan (bila salah satu menginginkan seks lebih sering dan akibatnya merasa kesal) atau bila keinginan Anda menurun dan mengganggu Anda atau pasangan, inilah saatnya untuk bertindak.

Terkadang keinginan memang ada tetapi kekecewaan lebih menguasai sehingga takut untuk mencoba. Setiap individu bisa saja ingin berhubungan seks namun sulit bergairah dan mustahil untuk orgasme. Banyak wanita misalnya mungkin menikmati indahnya berhubungan seks namun frustasi karena jarang mencapai orgasme. Sebagian mungkin berhasil mencapai titik klimaks, ini yang disebut pra-orgasme. Dipihak lain, banyak pria mencemaskan masalah ereksi, mencapai klimaks atau memuaskan pasangan sehingga mereka menjauh seks atau menghindarinya sama sekali.

Hubungan seks yang sehat berkualitas akan membuat fisik kita lebih sehat. Jika kita melakukan hubungan seks dengan suami 1-2 kali seminggu, level antibodi atau immunoglobulin A (IgA) ikut naik. IgA adalah antibodi yang bisa melindungi kita dari flu atau infeksi lainnya. Penelitian melakukan  mengambil saliva dari 112 pasangan yang memiliki frekuensi teratur dalam berhubungan seksual. Hasilnya, level IgA mereka yang berhubungan seksual 1-2 kali seminggu memiliki jumlah IgA yang baik dibanding mereka yang melakukannya kurang dari waktu tersebut. Tapi bukan berarti semakin sering akan semakin sehat, karena penelitian ini tidak membuktikan hal tersebut pada kelompok yang melakukan lebih dari 3 kali dalam seminggu.


=====================================

>>> Cara Membesarkan Penis dan Mengatasi Ejakulasi Dini Secara Alami, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Hubungan Seks and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *